Jumat, 19 Oktober 2012

Pemanfaatan Simulasi dan Grafik di Bidang Industri

haiii para bloger ...

pada entrian kali ini saya akan sedikit menjelaskan tentang simulasi untuk melengkapi tugas softskill design permodelan grafik ,diantaranya adalah 

1.pemanfaatan simulasi 
2.simulasi - simulasi dunia maya yang pernah gagal 
3.apakah tugas seorang IT (software)yang wajib membuat simulasi untuk program yang akan dibuat ?

lebih singkatnya Simulasi adalah suatu program computer. Secara mendasar merupakan suatu proses eksperimen yang memerlukan perancangan yang hati-hati. Simulasi juga merupakan model dari suatu sistem dengan software memodelkan sistem. Simulasi melibatkan bentuk-bentuk fungsi matematika dan logika tertentu untuk menjelaskan tingkah laku dan struktur suatu sistem.

pemanfaatan simulasi
Simulasi biasa digunakan untuk mempelajari sistem yang kompleks sehingga dengan adanya simulasi kita bisa mengetahui secara detail kerja dari sistem yang kompleks tersebut. Simulasi juga digunakan untuk mempelajari akibat dari perubahan-perubahan sistem yang ada. Maksudnya, dengan melakukan simulasi kita dapat mengetahui kelemahan dari sistem yang ada sebelum sistem tersebut dibangun.

adapun kelebihan dan kekurtangan dari simulasi tersebut adalah :

Keuntungan:
1. Simulasi memungkinkan fleksibilitas yang besar dalam pemodelan system yang kompleks, jadi model simulasi memiliki tingkat kebenaran yang besar
2.   Mudah untuk membandingkan alternative jawaban
3.   Dapat mengontrol kondisi-kondisi eksperimental/percobaan
4.   Dapat mengetahui seluk-beluk sistem secara keseluruhan

Kerugian:
1.   Modal simulasi sangat mahal untuk pembangunannya
2. Simulasi biasanya memproduksi volume yang besar dari keluaran serta memerlukan analisis statistic yang rumit

Sistem model simulasi dimanfaatkan untuk mempelajari suatu kelemahan sistem, batas kemampuan suatu sistem, dan bahaya yang ditimbulkan sebelum sistem tersebut dijalankan secara utuh. Model simulasi juga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan terhadap suatu sistem, karena model simulasi tersebut mempunyai nilai kebenaran yang cukup tinggi.

simulasi - simulasi dunia  yang pernah gagal 

Hasil uji coba NASA menunjukkan kalau nuklir bisa mengatasi pemanasan global. Tapi, efek sampingnya: penyakit dan paceklik.

NASA melakukan simulasi perang nuklir yang melibatkan bom dengan level 100 bom Hiroshima. Setiap bom setara dengan 15.000 ton TNT--hanya 0,03 persen dari kekuatan nuklir yang ada saat ini. 

Para ilmuwan memperkirakan bom itu akan menghasilkan 5 juta metrik ton karbon hitam ke troposfer, lapisan atmosfer paling bawah. Dalam model simulasi NASA, karbon menyerap panas matahari dan membawanya ke atas.

Setelah perang nuklir itu, temperatur global akan turun 1,25 derajat Celcius untuk dua hingga tiga tahun ke depan. Demikian hasil yang diberikan oleh model simulasi. Pada kondisi ekstrem, negara tropis, Eropa, Asia, dan Alaska akan mendingin sebanyak 5,4 hingga 7,2 derajat Celcius. Sebagian daerah kutub utara dan selatan akan sedikit menghangat karena perubahan angin dan pola sirkulasi lautan, demikian para ilmuwan menjelaskan. Model simulasi juga memprediksikan kalau setelah 10 tahun, temperatur akan tetap 0,5 derajat Celcius lebih rendah dibandingkan sebelum perang nuklir.

"Pendinginan global yang disebabkan awan karbon ini tidak separah perang adu nuklir bertenaga super, tapi efeknya adalah perubahan iklim  yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata peneliti Luke Oman.

Terkesan baik? Belum tentu. Masih ada efek lain. "Pertanian akan memperoleh dampak buruk," jelas Oman. Ilmuwan dari NASA itu memberi contoh dampak letusan Gunung Tambora pada 1815 yang menyebabkan kegagalan panen dan kelaparan beberapa tahun setelah letusan. "Gunung api dari Indonesia itu menyebabkan 'tahun tanpa musim panas', kelaparan, dan kelelahan," kata Oman.

Sebagai efek buruk tambahan, Michael Mills, ilmuwan dari National Center for Atmospheric Research di Colorado, AS, menyebutkan adanya pengurangan pada lapisan ozon. Akibatnya, banyak sinar ultraviolet yang mencapai Bumi, mengancam lingkungan dan manusia.

"Pesan utama dari penelitian kami," kata Oman, "adalah konflik nuklir kecil pun punya dampak global." (Sumber: National Geographic News)


apakah tugas seorang IT (software)yang wajib membuat simulasi untuk program yang akan dibuat ?

Pada tulisan saya yang ketiga ini saya akan mencoba memberikan pendapat saya tentang wajibkah seorang IT menggunakan simulasi modeling dalam membuat suatu aplikasi atau software.
Menurut saya seorang IT tidak harus melakukan simulasi dalam setiap software atau aplikasi yang dibuat . Simulasi modeling dilakukan ketika kita mengetahui bahwa proses atau efek nya dapat membuat kerugian atau membahayakan nyawa orang lain. Ketika kita membuat aplikasi ringan dan mudah kita tidak perlu melakukan simulasi karena kita akan tau tentang efek yang terjadi ketika kita menjalankannya. 
Sekian pendapat saya tentang wajibkah seorang IT menggunakan simulasi dalam membuat aplikasi atau software. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar